Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 September 2012

Hati hati Angin Duduk

Angin Duduk


 Istilah angin duduk digunakan untuk menggambarkan gejala nyeri dada seperti rasa ditekan, keluar keringat dingin, perut kembung, ulu hati seperti ditusuk-tusuk sehingga menimbulkan rasa mual, dan dianggap lebih parah dari masuk angin biasa.
Langkah yang umum dilakukan adalah dengan minum larutan tolak angin, menggosokkan balsam, atau melakukan kerokan di bagian tubuh yang dirasa sakit. Namun, bisa saja 30 menit kemudian penderita meninggal dunia.
"Itu terjadi pada suami saya. Sehari sebelum meninggal, dia masih mengajak anak-anak bersepeda. Sorenya, mencuci mobil di halaman depan. Esok paginya, dia sehat bugar ketika berangkat kerja."
"Menjelang siang, dia telepon dan mengaku nyeri dada disertai berkeringat gede-gede. Ketika teman kantor mengajaknya makan siang, mereka mendapati suami saya sudah tertelungkup ke atas meja dan tidak bernapas lagi."
"Sebelumnya, dia memang sering mengeluh nyeri di bagian bawah dada. Begitu dikerok, sembuh, makanya kami menduga itu adalah angin duduk," cerita Mercy Sinambela, 38 tahun.
Di dalam dunia medis, istilah angin duduk mengarah pada penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut (SKA). SKA adalah salah satu manifestasi klinis dari Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian.
Gejala awalnya berupa nyeri dada yang disebut angina pectoris, yaitu suatu sindrom klinis berupa serangan nyeri dada. Sejauh ini, penderitanya lebih banyak orang dewasa - terutama pria - yang tidak menjalankan pola atau gaya hidup sehat.
"Kasus yang paling banyak terjadi adalah pasien tidak cepat memeriksakan diri meski sudah mengalami gejala-gejala tadi. Jadi jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apa pun termasuk melakukan hubungan seksual. Secepatnya pergi ke rumah sakit untuk ditangani oleh ahli jantung atau dokter bagian kardiovaskular," saran dokter Femmy Nurul Akbar, SpPD yang ditemui disela-sela tugas prakteknya sebagai Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan.
Angina terjadi saat istirahat dan terus menerus, biasanya lebih dari 15 menit. Angina mengalami peningkatan dengan semakin lama waktu nyerinya atau lebih mudah tercetus.
Melalui sebuah jurnalnya, Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof. DR. dr. Teguh Santoso, SpPD, menyarakan agar pasien segera mendapatkan pertolongan tidak lewat dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.
Variasi rasa nyerinya, menurut Profesor Teguh, dada seperti ditekan, diremas-remas yang rasanya menjalar ke leher dan lengan, atau merasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan dapat merambat ke kedua rahang gigi, bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti maag.
Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi). Penyempitan tersebut menyebabkan sebagian jantung tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga pasokan darah ke jantung pun tidak seimbang. Kondisi ini akhirnya mengakibatkan kerusakan pada otot jantung yang dapat menyebabkan kematian.
Prof. Teguh mengatakan, satu-satunya pencegahan yang dapat dilakukan hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat antiplatelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau mengantisipasi ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen ke jantung dengan nitat, betabloker, dan kalsium antagonis.
"Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang, ya aspirin. Selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri, obat ini juga untuk melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat. Kalau berdasarkan hasil diagnosa dokter Anda menderita gangguan jantung, sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun Anda pergi, sebagai pertolongan awal sebelum ke rumah sakit. Berikutnya, ikuti semua saran dokter dalam hal pengobatan medis dan pola hidup sehat. Kesembuhan Anda, tergantung pada kepatuhan Anda pada dokter yang menangani," tegas dokter Femmy. 
Gejalanya  Angin Duduk


Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti
· Rasa ditekan
· Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
· Rasa terbakar dgn sesak napas dan keringat dingin.

Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri,bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yg disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.

Sumber masalah sesungguh hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) .


Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
· Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dlm pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
· Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
· Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yg terus menerus.
· Keempat, infeksi pada pembuluh darah..
Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yg masuk ke dalam jantung.

Selasa, 13 Desember 2011


Mau Hidup Sehat Hingga Lebih 70 Tahun?


Ada beberapa buku yang sedang saya baca terkait bagaimana menjaga kesehatan dengan pikiran dan perasaan yang positif. Tadinya secara “feeling”, perasaan, saya selalu merasa bahwa pikiran positif sangat terkait dengan kesehatan. Nah beberapa bacaan berikut ternyata mendukung hipotesa tersebut secara ilmiah.

Buku yang pertama adalah “The Miracle of Enzyme” karya Prof. Hiromi Shinya. Buku ini bercerita panjang lebar tentang bagaimana rahasia hidup sehat hingga hari tua dengan mengelola makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat akan menyebabkan berbagai kerusakan sel-sel dalam tubuh, yang akhirnya menyebabkan sakit.
Nah, rahasianya adalah enzyme-induk, di mana enzyme ini menyebar ke dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Semakin banyak enzyme induk ini diproduksi manusia, semakin besar kemungkinan tubuh untuk selalu sehat setiap hari. Banyak sedikitnya produksi enzyme ini terkait langsung dengan asupan makanan dan minuman yang kita makan. Prof. Hiromi menganjurkan banyak makan sayur, biji-bijian dan buah agar pencernaan menjadi baik. Yang mengejutkan, ia juga menganjurkan menghindari susu dan daging bagi orang dewasa. Ia memandang bagi orang dewasa tidak lagi memerlukan susu, sementara daging hanya diperlukan 15% dari keseluruhan asupan makanan yang masuk ke dalam perut manusia.

Yang menarik adalah, bahwa pikiran dan perasaan positif akan sangat membantu manusia memproduksi enzyme induk ini. Semakin positif pikiran seseorang, akan memproduksi enzyme induk semakin banyak. Sebaliknya, pikiran negatif, putus asa, kesedihan, marah-marah, akan “mengkonsumsi” enzyme induk ini. Semakin banyak pikiran negatif yang muncul, akan semakin habis enzyme induk ini. Akibatnya, tubuh akan kehabisan enzyme, dan jadilah sakit.

Pernyataan bahwa pikiran positif dan negatif seseorang akan berpengaruh terhadap kesehatannya juga dikemukakan oleh Dr. Shigeo Haruyama dalam bukunya yang menjadi best seller di Jepang, The Miracle of Endhorpin. Kebetulan, kedua buku ini diterjemahkan di Indonesia dan sama-sama diterbitkan oleh Penerbit Mizan (terima kasih kepada mba Shera dari Mizan yang sudah kasih hadiah buku ini).
Dr. Shigeo adalah seorang dokter yang menguasai pengobatan ala Timur dan Barat. Dr. Shigeo merasa bahwa pengobatan ala Timur yang selama ini ia dapatkan seharusnya mendapatkan pengakuan yang lebih luas di kalangan kedokteran modern. Karena itulah, ia mempelajari kedua metode pengobatan tersebut.

Selesai mempelajari kedua metode tersebut, Dr. Shigeo membuka klinik yang memadukan metode pengobatan Barat dan Timur. Secara klinis, ia memberikan obat-obatan sesuai dengan sakit yang diderita pasien, sementara di sisi lain, ia juga memberikan pengobatan ala Timur, berupa penyembuhan dari sisi psikologis pasien. Karena itulah, ia mengajarkan meditasi, ketenangan batin, yoga, agar pasien bisa mengelola hati dan pikirannya dengan lebih positif.
Dr. Shigeo mengatakan, kalau seseorang berpikir positif, senang, dan bahagia, maka otak akan mengeluarkan hormon Beta-Endorphin. Menariknya, menurut penelitian Dr. Shigeo hormon kebahagiaan ini memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam hubungan antar manusia, meningkatkan semangat, daya tahan, dan kreativitas.

Karena itu, orang-orang yang selalu dipenuhi dengan rasa ikhlas, ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan dalam hidupnya, maka secara tidak langsung ia telah membuat dirinya selalu muda, karena pikiran dan perasaan positif menghasilkan hormon kebahagiaan yang memperkuat daya tahan tubuh. Itulah jawaban mengapa banyak orang bisa hidup hingga usia lanjut, dan masih sehat.
Sebaliknya, jika seseorang merasa tertekan, marah, sedih, cemas, takut, maka ia akan mengeluarkan hormon Nor-Adrenalin. Hormon ini merupakan “racun” yang merusak berbagai jaringan dalam tubuh manusia. Semakin banyak manusia memproduksi hormon negatif ini, maka kerusakan dalam tubuh manusia juga semakin cepat. Hal ini juga menjadi jawaban, mengapa banyak orang pada usia muda, terkena banyak penyakit, sudah renta, dan terkena banyak penyakit. Tekanan hidup mengakibatkan seseorang mengalami kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yang ternyata banyak merusak sel-sel dalam tubuh manusia.

Hari ini saya bertemu dengan seorang ibu, sudah tua. Kami mengobrol banyak hal. Yang membuat saya takjub, saat saya bertanya berapa umurnya, ternyata jawabnya: “Umur saya 70 tahun, nak”. Jawaban yang membuat saya terhenyak, karena di hadapan saya, seakan saya berbicara dengan seorang ibu, yang masih berumur 55 hingga 60 tahun. Segera saja saya bertanya apa rahasia hidupnya selama ini, yang membuatnya tetap sehat hingga usia yang sangat lanjut, bahkan dengan kebugaran yang masih terjaga.

Ibu Maimun, begitu beliau disapa, lalu bertutur. Hal pertama yang harus dilakukan adalah belajar ikhlas menerima kehidupan, betapapun terasa beratnya. Kadang kita merasa beban terlalu berat, tetapi kalau diiringi dengan hati ikhlas, maka semuanya akan terasa ringan.
Kedua, mencoba selalu berpikir positif, dengan melihat sisi baik dari semua peristiwa. Akan sangat banyak dalam kehidupan ini hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Berpikir positif akan membantu memberikan ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Ketiga, menghindari berbagai pikiran dan perilaku negatif. Dengki, cemburu, marah, iri, dan berbagai sikap negatif lain mesti dikurangi, karena hanya akan merusak tubuh, baik secara fisik maupun mental. Orang yang dikelilingi rasa dengki, marah, dan iri hanya akan merusak diri sendiri.
Keempat, jangan pelit dengan apa yang kita punya. Berbagilah dengan orang-orang lain yang kurang beruntung. Pada setiap materi yang kita miliki, selalu terdapat hak orang lain yang tidak punya. Karena itulah jangan ragu untuk mengeluarkan sedekah, demi untuk kebaikan bersama. Dengan mengeluarkan sedekah, berarti menolong orang lain. Jika menolong orang lain ini penuh dengan keikhlasan, maka akan memberikan kebahagiaan besar karena bisa membantu memberi jalan bagi orang lain, terutama orang yang tidak berpunya. InsyaAllah, harta yang kita keluarkan tidak semakin berkurang, bahkan semakin bertambah.

Dan kelima, berusaha selalu dekat dengan Tuhan. selalu berdoa akan memberikan ketenangan batin sekalligus kebahagiaan dalam kehidupan. Dengan demikian, apapun yang terjadi, diri ini akan selalu merasa dekat dengan Tuhan.

Prinsip itulah yang menjadikan Ibu Maimun sehat hingga sekarang, mampu bepergian sendiri, bahkan masih berusaha mandiri dan berjualan minuman kesehatan. Sungguh merupakan profil sosok ibu mandiri, dengan kesehatan prima yang patut dicontoh.

Kembali pada tema di atas, kekuatan hidup kita, semangat, dan daya tahan tubuh ternyata tidak tergantung pada vitamin, minuman kesehatan, ataupun gelang kesehatan yang beberapa waktu lalu sempat ramai. Semuanya bermula dari pikiran positif kita. Karenanya, mulailah hari ini dengan senyuman, bersyukur atas segala nikmat, dan mencoba belajar ikhlas menerima semua keadaan dengan penuh syukur.
Diiringi dengan menahan diri untuk tidak iri, dengki, dan berbagai pikiran negatif yang melingkupi, kesehatan tubuh kita I akan lebih terjaga. Mau hidup hingga lebih dari 70 tahun?? Mari berpikir positif…..